Inspiratif : Kisah Seekor Siput

Suatu hari seekor siput mengeluh kepada temannya seekor katak, “Saya sedih dan cemburu melihat kamu memiliki empat kakimu, sehingga leluasa kemana saja tanpa beban. Sementara saya kemana-mana harus memikul beban sebab cangkang di tubuhku ini”, keluh si siput.

Katak tercengang mendengarnya, tapi sebagai sahabat yang baik, ia menyemangati siput. Katak jelaskan bahwa semua punya beban tersendiri, yang hanya bisa dirasakan oleh masing-masing. Baru saja berkata demikian tiba-tiba muncullah seekor elang. Refleks siput segera berlindung di cangkangnya, sedangkan katak yang berusaha meloncat lari berhasil dimangsa oleh elang. Siput sadar dari kekeliruannya setelah peristiwa tragis yang menimpa katak dan dirinya kehilangan sahabat.

Manusia cenderung melihat keadaan atau kelebihan orang lain kemudian membandingkan dengan dirinya. Sifat buruk akan semakin membuat kita tidak dapat melihat semua hal yang baik yang Tuhan beri. Tuhan tahu persis setiap detil hidup kita.

Seandainya pun Tuhan mengizinkan kita berada dalam satu situasi, yang mungkin jika dibandingkan dengan orang lain keadaan kita nampak tidak lebih baik, tetap saja Dia punya sesuatu yang istimewa untuk kita.

Terkadang kita baru menyadari adanya hal-hal baik pada kita melalui terjadinya suatu peristiwa. Haruskah menunggu suatu peristiwa terjadi untuk menyadarkan kita akan sesuatu yang baik dari Tuhan? Bagaimanapun keadaan kita saat ini, Tuhan tetap baik dalam segala situasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s