Cara Mengetahui Tekanan Angin Pada Ban

Teorinya, tekanan angin akan berkurang meski mobil tidak digunakan, karena faktor pperbedaan tekanan dan lingkungan, untuk itu dianjurkan untuk memeriksa tekanan angin sebulan sekali.

Jika tidak memperhatikan tekanan angin pada ban, selain tidak hanya berbahaya tapi juga boros BBM dan merusak lingkungan , biasanya standar tekanan angin tertulis pada stiker yang tertempel di pintu pengemudi.

Memeriksa tekanan angin bisa dengan cara memasukkan alat periksa tekanan pada pentil dan periksa tekanannya.

Pemakaian nitrogen sangat dianjurkan. Tekanan angin dapat berkurang secara alami, gunakan nitrogen untuk mengurangi kejadian tersebut. Keuntungan memakai nitrogen, diantaranya, kebocoran yang lebih sedikit daripada angin biasa. Angin yang cukup memperbaiki manuver, keausan tidak rata dan hemat BBM.

Jika tekanan angin hanya 23 PSI, 30 persen lebih rendah dari tekanan angin yang diharuskan 31 PSI. Hal ini menyebabkan efisiensi BBM berkurang 2 persen. Jika dikalikan dengan jumlah kendaraan –ambil contoh di Jepang – berarti peningkatan emisi C02 sebesar 40.000 ton pertahun.

Nah, tekanan angin yang tepat selain lebih aman dan nyaman, hemat BBM, juga setidaknya Anda telah bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s