Menikmati Hijaunya “Surga”di Mamuju Utara

Pengalamanku hidup di baras,mamuju utara selama 7 tahun(2004-2011) bekerja di sebuah perusahaan perkebunan membuat hatiku tergerak untuk mengenang kembali indahnya “surga” yang tuhan letakkan di ujung utara sulawesi barat.

Baras dulunya adalah sebuah nama desa, namun karena perkembangan ekonominya yang pesat, dengan komoditi andalan, kelapa sawit sehingga saat ini telah berubah menjadi kecamatan.

Dengan keragaman masyarakat baras yaitu pribumi,pendatang dan warga transmigrasi, tidak ada sedikit pun “gesekan” yang dapat merugikan masyarakat, masyarakat hidup dengan semangat kekeluargaan dan saling membantu walaupun beda asal.

Bali,NTB,Jawa,Bugis,Mandar,Toraja,Batak,Kaili dan Dayak adalah beragam suku yang tinggal di baras,mereka hidup dengan mayoritas sebagai petani sawit dan pedagang, dengan hasil buah sawit yang dijual ke perusahaan, membuat kehidupan masyarakat baras makmur. Memiliki kendaraan roda 4 adalah hal biasa bagi sebagian besar masyarakat Baras.

Untuk dapat sampai di Baras, rute terdekat dapat ditempuh dari Palu, sejauh 165 km, melalui kota donggala, pasangkayu selama 4 jam kita tiba di Baras, transportasi lancar (kendaraan umum,rental) dan jalan sudah aspal membuat Baras semakin mudah dijangkau.

Terakhir saya dengar info, kenaikan harga CPO dunia membuat petani sawit di baras semakin makmur, syukurlah…berarti teman teman disana makin sejahtera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s